. Hibah Gaji Menteri Untuk Serka Darwis Sang Pahlawan TNI... Wow Segini Jumlahnya... (2) | PATRIOT NKRI

Hibah Gaji Menteri Untuk Serka Darwis Sang Pahlawan TNI... Wow Segini Jumlahnya... (2)

atas
loading...
Namanya mencuat setelah video dan foto-fotonya, menyeberangkan murid SD dengan gondola sederhana yang digantung dengan seutas melintasi sungai deras di pedalaman Ranteanging, Kolaka Utara, awal Agustus lalu.

Video sudah ditonton lebih 3,7 juta orang. Reaksi dan simpati warga-net di media sosial terus mengalir. Media nasional mainstream, sudah beberapa kali memprofilkan prajurit perang dengan tinggi 1,76 m ini.


Rabu siang, tim dari Penerangan Kodam XIV Hasanuddin dan Korem 143 Haluuleo, kembali membuat dokumenter sederhana, atas jasa-jasa Darwis. Ternyata, belakangan terungkap, Serka Darwis juga jadi panutan petani desa pedalaman.

Dia ikut meningkatkan areal sawah garapan di empat desa binaan, dari semula 40 Ha menjadi 340 hektar dalam tempo 2,4 tahun.

Kisah dramatis pengabdian prajurit itu, justru kian intens dilakoni Darwis, saat cobaan beruntun tahun 2012 silam. Istri dan 2 anaknya, meninggal dunia dalam tempo 2 tahun. Istrinya, Syaria Ningsing, meninggal di usia 38 tahun.
“Saya masih ingat, itu Hari Rabu, 2 bulan 2, tahun 2011,” ujar Darwis datar.

Istrinya asalah wanita kelahiran Mallawa, perbatasan Bone - Maros. Di tanggal dan bulan yang sama, tahun 2013, putra keduanya, Indra Hariadi Darwis yang masih duduk di kelas II SMA Kolaka, juga meninggal dunia.

Darwis juga menghapal di luar kepala tanggal kematian putranya itu, “Hari Sabtu tanggal 2 bulan 2 tahun 2013, di Kolaka, juga karena sakit,” ujarnya. Belum setahun duka itu terpendam, tanggal 21 April 2014, putri sulungnya, Nindirah Fitriani Darwis, meninggal dunia di RS Polri Bhayangkara, Makassar. “Sudah mau KKN, kuliah di Makassar,” ujarnya, dengan nada terbata-bata.

Kala anak sulungnya meninggal dunia, dia sudah menikahi, Nur Asriani, seorang guru SD negeri Bulu Allaporange, Kecamatan Bengo, sebelah barat Bone. Kini dari si Guru SD ini, Darwis sudah dikaruniai seorang putri, berusia 3,5 tahun, Nur Kirayani Darwis.

Karena trauma, Darwis tak lagi membawa istri dan putrinya ke Kolaka. Menyeberangkan anak-anak sekolah dengan Gondola di sungai selebar 10,8 meter di Kolaka, serta menyibukkan diri membantu petani di sawah, dia anggap sebagai cara menghibur diri, dan melupakan kenangan tentang cobaan yang dia peroleh di Kolaka, 10 tahun terakhir.

“Saya anggap itu murid-murid SD langgananku sebagai anak sendiri, saya biasa meneteskan air mata Pak, kalau kasi menyeberang mereka, kalau sudah sampai saya doakan semua agar bisa punya cita-cita seperti almarhum anak saya,” ujar Darwis.

Sumber: tribun
loading...